Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

PANDAI BERBELANJA LEBIH PENTING DARIPADA PANDAI MENABUNG

Gambar
        Dulu ketika kita masih anak-anak, sering kita dengar nasehat dari orang tua kita supaya pandai menabung, bahkan dibelikan " celengan " supaya kita terbiasa menabung. Apakah salah ungkapan  dan nasehat tersebut..?? Salah sih tidak, tapi kurang tepat. Coba kita balik kerangka berfikir jadul tersebut dan mengikuti teori keuangan masa kini.         Dunia sudah benar-benar berubah, tidak hanya cepat biasa tapi sudah pada kecepatan yang sangat ekstrim . Belanja sudah tidak seperti dulu lagi. Kita pergi kepasar untuk mendapatkan barang yang kita inginkan, dengan kondisi yang panas, berdesak-desakan dan berbagai macam kekurangannya pasar tradisional.Lalu muncullah mall, kita bisa berbelanja dengan nyaman karena desain ruangan yang sedemikian rupa, dengan pengkategorian barang sesuai dengan jenisnya sehingga kita mudah untuk langsung menuju spot dimana barang yang kita cari berada, tapi kenyamanan dan kemudaham yang ditawarkan...

KODRAT MANUSIA

Gambar
         Allah SWT mengutus Rosul dari golongan manusia sendiri (min anfusikum), supaya manusia tetap menjadi dirinya sesuai kodrat. Allah tidak ingin merubah manusia menjadi mahluk suci, walaupun manusia mendapatkan amanah langit dari Tuhan yang maha suci untuk menjadi Khalifahnya di muka bumi. Rosulallah Muhammad SAW adalah manusia sepeti layaknya manusia umumnya, beliau makan, minum, sakit, bahkan meninggal dunia, ini karena Allah ingin menghadirkan pendamping bagi manusia untuk menapaki jalan menuju kehadiratnya tetap dalam fitroh penciptaannya.     manusia menyandang fitrah salah dan lupa sebagai identitas dan entitas yang membedakannya dengan jin dan malaikat. sekilas terasa janggal, kenapa salah dan lupa Allah sematkan pada diri manusia sebagai fitrah. tetapi karena kuasa dan pengetahuan Allah lah yang justru menjadikan salah dan lupa sebagai titik pijak manusia untuk bisa mulia di hadapanNya. kemuliaan tidak bisa diperoleh dengan berdiam d...

MEMAHAMI WUJUD

Gambar
     semua yang wujud didunia ini membutuhkan sebab, kecuali dia Tuhan yang wujud. Dia ada tanpa memerlukan sebab, karena sebab dan akibat hanyalah pranata yang dibutuhkan oleh alam, sedangkan Dia bukanlah bagian dari alam. Dia Dzat yang tidak terikat ruang dan waktu, karena waktu akan sirna jika dia menghendaki sang surya sirna, dan ruangpun akan sirna jika dia menghendaki ruang semesta ini sirna. wujudNya diluar jangkauan nalar manusia, karena nalar hanya tempat mengolah apa yang diterima oleh indra. sedangkan indra sendiri adalah perangat pada diri manusia yang mudah sekali tertipu oleh gebyar dunia, bagaimana mungkin indra akan mampu menangkap wujud. maka iman di dadalah yang mampu menerima Dia yang wujud meskipun tak  terjangkau oleh indra.