KODRAT MANUSIA

         Allah SWT mengutus Rosul dari golongan manusia sendiri (min anfusikum), supaya manusia tetap menjadi dirinya sesuai kodrat. Allah tidak ingin merubah manusia menjadi mahluk suci, walaupun manusia mendapatkan amanah langit dari Tuhan yang maha suci untuk menjadi Khalifahnya di muka bumi. Rosulallah Muhammad SAW adalah manusia sepeti layaknya manusia umumnya, beliau makan, minum, sakit, bahkan meninggal dunia, ini karena Allah ingin menghadirkan pendamping bagi manusia untuk menapaki jalan menuju kehadiratnya tetap dalam fitroh penciptaannya.

    manusia menyandang fitrah salah dan lupa sebagai identitas dan entitas yang membedakannya dengan jin dan malaikat. sekilas terasa janggal, kenapa salah dan lupa Allah sematkan pada diri manusia sebagai fitrah. tetapi karena kuasa dan pengetahuan Allah lah yang justru menjadikan salah dan lupa sebagai titik pijak manusia untuk bisa mulia di hadapanNya. kemuliaan tidak bisa diperoleh dengan berdiam diri tanpa ikhtiar untuk baik dan terus menjadi baik. dinamika itulah yang menjadi point menguntungkan bagi manusia sehingga ada fluktuasi kualitas sekaligus dengan nilainya. malaikat yang statis dalam kebaikan dan setan dalam keburukan menjadikan mereka tetap berapa pada titik nol kehidupan. sedangkan manusia yang bisa bergerak ke arah negatif dan positif menjadikan dirinya layak menyandang nilai, entah keburukan ataupun kebaikan.

    perintah Allah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan untuk berlaku sabar adalah afirmasi dariNya bahwa menjadi salah dan lupa adalah kewajaran bagi manusia, dengan akal yang dimiliki sebagai pembeda dirinya dengan binatang, manusia hendaknya menempatkan dirinya dalam aturan. terima dibenarkan ketika salah dan terima di ingatkan ketika lupa adalah point pembalik yang menaikan grafik nilai manusia di hadapan Allah SWT.. Allah menilai manusia bukan saat dia diam statis, tapi saat dia bergerak dari negatif menuju positif, dan dari jerih payahnya untuk merangkak menuju kebaikan dan menggapai kemuliaan dihadapan Allah SWT

.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEGAGALAN HAQIQI

PANDAI BERBELANJA LEBIH PENTING DARIPADA PANDAI MENABUNG